Kamis, 25 Januari 2018

GUNAKAN SISA USIA UNTUK BERDAKWAH, DAN BAGAIMANA CARA KITA MEMBIAYAINYA

Nabi Muhammad itu bersama istrinya Chadijah adalah orang kaya, memang semula Nabi Muhammad miskin dan merupakan orang gajian dari Siti Chadijah yang kayaraya, tetapi karena NabiMuhammad memilik skil bekerja dan yang lebih utama adalah memiliki kejujuran, maka lambat laun kekayaannya menyaingi kekayaan Chadijah, hingga kedua bersepakat untuk menikah, sehingga kekayaan mereka berdua semakin berlimpah.Kekayaan itulah yang menjadi modal operasional melaksanakan tugas Kerasulan, sehingga Siti Chadijah yang dahulu adalah sebagai janda cantik dan kayaraya di akhir akhir hayatnya tak jarang menggunakan baju buruk dan tambalan sebagai pakaian salinannya,  kekayaan itu telah digunakan  untuk mendukung dakwah dan tugas Kerasulan lainnya. Dalam kondisi yang demikian Chadijah masih juga digayuti gundah gulana, karena merasa kekayaannya tak cukup mendukung missi kerasulan, sementara Rasul sendiri merasa sedih memperhatikan isteri tercintanya mengenakan baju tambalan dihari hari akhir di masa tuanya, namun keduanya saling membahagiakan, Siti Chadijah Isteri Rasul adalah wanita yang sangat dimulyakan.


Sering Rasulullah diperingatkan oleh Puterinya Fatimah, ketika anandanya menyaksikan Rasulullah yang berangkat rapih dan bersih, pulang dalam keadaan berpakaian lusuh kotor dan pernah juga pulang berdarah darah. Memang harus demikiankah Tugas Rasul itu ?  Tetapi Rasul menjelaskan bahwa apa yang dilakukan adalah agar anak cucu dapat melaksanakan ajaran agama secara nyaman. Apa yang dikatakan Rasul adalah benar adanya, kita merasakan kenyamanan dalam beragama, selama ini.


Tetapi kini dan terlebih  anak cucu kita  yang datang akan  memasuki tahapan yang paling mengerikan, kini ulama sebagai pewaris Nabi justeru dibully dan bahkan dikriminalisasi, banyak politisi Muslim yang membungkam diri, organisasi Islam sebagai organisasi besar yang berjasa menghantar Indonesia memasuki masa Kemerdekaan kini terpaksa  mengerem pembicaraan , demi menyelamatkan organisasinya dari kemurkaan rejim yang kini sedang berkuasa. Bagi kita yang sudah berada di akhir akhir hayat, bahkan sebagai pensiunan yang seharusnya istirahat, justeru ini adalah meruapakan kesempatan bagi kita semua sebagai pensiunan PNS, untuk melaksanakan dakwah. Kalaupun lkita memiliki keterampilan yang sangat terbatas untuk melakukan dakwah, maka. Mari kita gunakan  segala pengalaman kita selama ini untukl  selenggarakan dakwah itudengan cara mengundang mereka yang memiliki kompetensi berdakwah, dan tanggunglah biayanya.


Ow ... . ternyata dakwah sudah dilaksanakan, maka putarlah otak, kita cari lagi dakwah model mana lagi yang belum, atau unsur manalagi yang belum tersentuh dakwah, maka segera laksanakanlah. Bukankah sasaran dakwah itu bukan hanya kaum Bapak Bapak, tetapi juga Ibu Ibu, bukan hanya Orang Tua tetapi juga Pemuda, dan bahkan anak anak. Mereka harus mendapatkan sentuhan dakwah secepatnya, karena kita berpacu dengan berbagai pihak yang sekarang sedang berusaha dengan cara yang massif, untuk memisahkan generasi muda dan anak anak dari agama Islam yang mereka anut. Adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk mengantisipasi hal ini. Jadikalnah kesempatan ini untuk menciptakan, agar kita mencapai hidup mulya atau mati syahid.


Kita harus meneladani Rasulullah bersama Siti Chadijah yang semula giat berniaga, dan hasil perniagaan itu digunakan untuk dakwah. Jangan terlalu merisaukan anak anak putera puteri kita, yang penting kita mewariskan ilmu kepada mereka plus berbagai keterampilan, serta sikap yang benar, tidak bermalas malasan, harus jujur dan bertanggung jawab serta tak lupa berkarya.Asakkan kita sudah memiliki jaminan dan kemampuan untuk menyiapkan nasik dan lauk pauk alakadarnya setiap hari di meja makan di rumah kita, maka selesailah urusan keseharian, sudah saatnya kita melaksanakan dakwah atau jadilah sponsor pembiayaan pelaksanaan dakwah. Mari marakkah dakwah di sekitar kita.


Pensiunan ingin menjadi sponsor pelaksanan dakwah. Dari mana uang ?. Bila benar para pensiunan akan menjadi sponsor dakwah masih terbuka kesempatan.  Adalah kesempatan bagi para pensiunan, karena bank telah berbaik hati dengan memberikan kredit bagi para pensiunan, usia kita oleh bank jika tak salah dipatok sampai usia 70 tahun, maka berapa usia kita sekarang sehingga bisa di skor usia tersisas., dan hitungan besran kreditpun diketemukan olek pihak bank, mungkin anda dapat seratus juta, atau lebih ataiupun kurang, maka ajukan saja kredit itu, uangnya untuk modal dakwah, carilah bisnis kecil kecilan yang tak terlalu repot dan memungkinkan. Dengan berniaga uang yang kita dapatkan dari Bank besar kemungkinan akan berkembang dan itu juga berarti akan memperpanjang usia kita memiliki kemampuan berbagi, bahkan tidak tertutup kemungkinan uang itu akan berlipat ganda, sehingga selain berbagi kepada orang orang yang membutuhkan bantuan sedekah atau semacamnya, bisajuga kita mewariskan perniagaan yang kita bangun itu, dan berarti usia sedekah dan dakwah kita akan terus tersel;enggara dan itu berarti aliran pahala tak akan terhenti.

Sesedikit apapun uang yang berhasil kita kumpulkan untuk melaksanakan dakwah yang kita sponsori harus kita ceritakan kepada anak anak, apatah lagi dalam jumlah banyak, tanamkan kepada mereka jangan terlalu berharap kepada warisan apalagi bila memang tak seberapa. Tanamkan pengertian kepada mereka, kita berharap mereka bisa mendukung gerakan ini, dan kelak meneruskannya. Tanamkan Pengertian seperti Rasulullah menanamkan pengertian kepada putrinya Fatimah. Yakinkanlah isteri secara lambat laun, katakan kepada isteri bahwa kita berniat memuiakan isteri kita seperti Nabi Muhammad memulyakan Siti Chadijah. Yakinlah itu semua bisa berjalan, apatah lagi anak anak sudah mampu berdikari. Sebelum kita menutup mata bulatkan tekad kita bahwa kita akan melaksanakan dakwah dengan kemampuan terakhir kita. Sebelum menutup mata.

Ketahuilah bahwa dakwah pada saat ini merupakan satu satunya cara mengantisipasi upaya upaya asing untuk memisahkan agama dari generasi muda, dalam beberapa negara Islam mereka berhasil meluluhlantakkan kehidupan keagamaan menjadi porakporanda, sedang dalam kasus Indonesia, tidak tanggung tanggung, mereka telah menyulap UUD 1945 melalui berberapa kali amandemen, sehingga negara kita sekarang sudah menjadi negara skuler dengan cara membentuk negara demokrasi yang skulair dan bahkan sudah menjadi neolib. Marilah di usia kita yang mulai renta ini kita ikut  kita nyatakan perang dengan merka, karena mereka sudah berhasil merubah UUD 1945, dan itu sekaligus ancaman bagi ummat Islam. Merapatlah kepada para ulama, yang kini sedang beriusaha membangun persatuan dan kekuatan. Untuk melawan mereka yang berusaha melemahkan ummat Islam di Indonesia.

Dengan melemahkan ummat Islam, maka berarti Bangsa Indonesia ini akan kehilangan benteng terakhir dari upaya  asing  untuk mengusai Indonesia sepenuhnya, karena pada saat ini Partai Politik sudah dilemahkan, dan pendidikan agama telah menjadi  lembaga yang mandul, setelah demokrasi, mereka memsarkan pengarusutamaan gender, kini gilirannya mereka telah berhasil memasarkan trans gender melal;ui LGBT, masyarakat kita sekarang berada diambang kehancuran, Agama dan budaya Indonesia telah mulai diporak porandakan, dan jawaban kita sekarang adalah meningkatkan dakwah. Dan marilah kita menjadi salah satu person yang menyepomsori dakwah di lingkungan kita. Bayangkan bila ada sepuluih pensiunan mewakafkan akhir hayatnya untuk dakwah, bila ada seratus, bila ada seribu dan bila ada sejuta. Sungguh luar biasa. Laksanakan dakwah,  Selagi dakwah belum dilarang oleh para penguasa yang dzalim.semoga.

Rabu, 24 Januari 2018

BERBISNIS, SUAMI ISTERI HARUS PACARAN LAGI.

Bisnis itu Unik, ini Cerita saya. Sebenarnya saya sudah lama memiliki perhatian untuk terjun kedunia perniagaan sekalipun hanya kecil kecilan, untuk melengkapi perjalanan hidup,  karena setidaknya dunia itu yang pernah ditekuni Rasul, sehingga mencapai sukses luar biasa, keluar biasaan kesuksesan ityu adalah dengan hasil perniagaan Rasul hasilnya memiliki kemampuan membiayai oerjuangan Rasul, semua operasional Rasul selama melaklsanakan tugas kerasulannya beliau memiliki dana operasional adalah dari hasil perniagaan yang ditekuninya. Yang harus kita teladani adalah bahwa kita harus memiliki sejumlah pemasukan atau penghasilan yang dari penghasilan
itu kita memiliki kemampuan berbagi dan membiayai dakwah kita walaupun hanya sebatas lingkungan kecil saja, Bagaimana cara melancarkan strategi dakwah kita itu akan ditulis pada kesempatan lain, tetapi kesempatan ini saya ingin katakan bahwa sekalipun kita sudah pensiun, kita masih memiliki kemampuan ataupun peluang untuk memanfaatkan sisa usia untuk berniat sesuatu yang lebih besar lagi. Kita memanfaatkan peluang dakwah dengan memaksimalkan kesempatan yang kita miliki. Ingin ... ? Maka saya akan tunjukkan jalannya.

Sebelumnya saya ingin garis bawahi dahulu bahwa  untuk terjun kedunia niaga kita harus sepenuhnya didukung oleh keluarga, artinya kesepakatan yang bulan antara suami dan isteri terlalu banyak orang yang bangkrut, gagal dan berantakan karena belum mencapai kesepahaman antara suali dan isteri tentang niaga yang harus kita lakukan itu. Sebelumnya saya sudah melakukan bisnis gorengan, sedikit agak memaksanakan diri saya mempersiapkannya, dan
kurang meminta advis dari isteri, semula isteri seikit mengeritik, tetapi dijawab tuntas, argumentasi isteri segera dipatahkan, dan bisnis jalan terus. Alhamdulillah bisnis gagal total. Langkah awal adalah kita harus belajar menghargai pasangan kita, walaupun uang yang kita gunakan untuk berbisnis adalah uang kita. Bila gagal menghargai isteri atau suami, maka bersar kemungkinan bisnis akan gagal.

Untuk yang kedua ini maka gagasan bisnis sepenuhnya datang dari isteri saya, saya lebih dahulu tahu jika gagasannya untuk dagang
manakala tidak saya dukung maka akan mengalami kehancuran ditengah jalan, saya tetapkan dalam hati saya dalam dalam bahwa saya harus mendukung sepenuhnya gagasan isteri untuk membuka usaha berniaga dengan membuka warung rumahan sekalipun. Karena kami berdua harus seiring jalan, dan selalu dalam keadaan mesra seperti orang yang baru memulai pacran atau pendekatan, segala sesuatunya harus di jaga. Utamanya perasaan.

Bisa jadi kami memiliki impain yang berbeda, mungkin isteri saya berniat akan meninggalkan warisan untuk anak anak, tetapi niat saya hanya kecil kecilan, yaitu memiliki sedikit dana untuk bisa berbagi dan bisa melaksanakan  atau membiayai dakwah kecil kecilan, setingkat RT atau mungkin lebih kecil lagi, serta tingkat permasalahan yang hanya lebih remeh dan temeh pula. Biarkan kami memiliki impian yang berbeda, tetapi biarkan pula kedua impian itu sama sama tercapai. Walaupun sesungguhnya anak membawa nasib nya sendiri sendiri, tetapi tak mengapa jika kita memiliki sedikit peninggalan, agar anak tak mulai dari nol. Karena yang harus kita wariskan adalah agar mereka hidup lebih produktif. Dan tak salah kta membanguin sebuah perniagaan kecil kecilan, adalah sebagai ajang latihananak anak.

Keberanian saya terjun ke dunia niaga dengan menggunakan uang vasilitas bang dengan memanfaatkan tawaran bank, dengan hitung hitungan bahwa saya tidak lagi diharapkan untuk mencari penghasilan, katakanlah uang dapur cukup didukung oleh isteri yang juga PNS dan belum saatnya pensiun. Artinya saya masih bisa hidup bersama keluarga walau hanya mengandalkan gajih isteri. Tetapi itu tak boleh, seorang laki laki akan berdosa bila hanya numpang makan kepada isteri. Artinya saya memiliki hitungan lain, suami bertanggungjawab memenuhi kebutuhan rumah tangga.

120 jutaan rupiah saya dapat dari bank. Uang yang saya dapatkan sebagai pinjaman bank dengan borg gaji yang dipotong setiap bulannya, dari gaji yang tak seberapa itu saya hanya menyisakan sekitar Rp. 1.000.000,- sejuta lebih sedikit, yang saya ambil empat bulan sekali, sedang sehari hari saya cukup dari hasil perniagaan. Belum semua hasil pinjaman bank yang saya gunakan berniaga, baru sebagian saja.Saya masih memiliki sejumlah uang dan pemasukan pun masuk hasil berniaga. Itupun relatif memenuhi kebuthan sehari hari sebagai Kepala rumah tangga. Selain memiliki kemampuan untuk berbagi walaupun dalam ukuran yang relatif kecil, tetapi terus terang akan tak mungkin bisa saya lakukan tampa berniaga kecil kecilan.

Modal di atas merupakan jumlah yang lumaian bagi seorang pengantin baru dengan rumah ngontrak dan lain sebagaimana, dibanding dengan saya mungkinsaya lebih longgar, tetapi syarat untuk mempertahankan situasi  seperti ini adalah hubungan suami isteri benar benar harus dipelihara keharmonisannya, ibarat kata adalah harus seperti  baru pacaran, dijaga seketat mungkin agar kita tidak melakukan kesalahan. Bila ada perselisihan dalam pendapat, lalu berebut untuk ngalah, masing masing berusaha menyenangkan pasangan, dan menanamkan kepercayaan seperti dahulu waktu pacara.  Dagang dan berniaga, sekecil apapun dagangan kita, maka kekompakan antara suami isteri serta saling mendoakan, adalah sebuah keharfusan.

Selasa, 28 Oktober 2014

Hari ini Lebih baik dari kemarin !

Uang Harus berfungsi Soaial.

Belum lagi genap dua jam postingan saya tayangkan, saya dikejutkan oleh riinng suara HP yang belum saya keluarkan dari saku. Seorang sahabat yang baru dua tahun ini memasuki masa pensiun tertawa terkekeh kekeh diujung sana, disela tawanya katanya Ia secara tak sengaja menemukan blog milik PWRI Kota Bandar Lampung, lalu bersegera mengklik beranda dan menemukan postingan saya yang paling baru pada waktu itu, tepat karena postingan itu belum lagi berusia dua jam, masih hangat untuyk dibicarakan.

Ente keterlaluan katanya, mau dapat apa pensiunan disuruh bisnis rujak ... cobalah bisnis yang agak bermutu sedikit katanya. Janganlah menjadi tukang rujak ..., kapan uangnya akan terkumpul.  Saya kata anda benar. Tetapi kurang benar bagi mereka yang pensiunan pas pasan, tabungan mereka hanya uang pensiunan yang mereka dapatkan dari Tasepnm yang besarnya mungkin sekitar 30-an jt. rupiah. Bisnis rujak buah nyaris tak ada resiko, yang penting kita harus mengejar pelanggan, datangi pelanggan, bila perlu selangkahpun mereka tak perlu ljalankan untuk mendapatkan rujak kita itu. Bisnis kuliner harus untung 100%. modal lima puluh ribu rtupai harus menjadi seratus ribu rupiah.

Prinsipnya hari ini harus lebih baik dari kemarin Kita punya uang dua ratus ribu rupiah dibelanjakan hanya habis sekejap dengan berjualan rujak buah uang dua ratus ribu bisa menjadi empta ratus ribu rupiah. Yang penting mereka harus pandai membuat pelanggan. Cari pelanggan itu di kampus, di kantor kantor dan dimana saja. Jarang orang yang tidak suka makan rujak. Maka pangsa pasar rujak itu cukup luas adanya.

Bagi anda yang memiliki uang lumaian, janganlah uang itu hanya disimpan di bank. menyimpan uang di bank itu tidak menarik, bunga keuntungan hanya kecil sekali, jangan berharap keuntungan hanya dari menabung. Ung itu sebaiknya memiliki fungsi sosial, agama tidak melarang kita punya uang banyak, tetapi uang itu harus memiliki fungsi sosial, yang itu bisa dimanfaatkan untuk menghidupi sejumlah orang, dan kita bisa berbagi keuntungan dengan siapapun dengan yuang yang kita fungsikan dengan fungsi sosial itu. Ibarat kata walaupun hanya dengan bisnis rujak buah tetapi dengan partai yang lebih  besar dan dalam waktu yang bersamaan berarti kita telah membuat peluang kerja bagi orang lain, dan  selain kita juga mendapatkan keuntungan dari situ, maka uang kita juga telah memili fungsi sosial bagi orang lain. Bisnis rujak buah ... hehehe .... mengapa tidak.

Senin, 27 Oktober 2014

Jualan Rujak Buah Mau ... ?

GAGASAN REMEH TETAPI JALAN LEBIH BAIK 
DARIPADA GAGASAN BAGUS TETAPI TAK KUNJUNG MULAI.

Anda pensiun takut nganggur, gaji kecil, kebutuhan naik, penghasilan berkurang. Kesehatan menurun. Jangan takut, jangan gusar, jangan gelisah, dekatkan diri kepada Tuhan karena yang membagi rejeki hingga saat ini dan sampai akhir zaman adalah Tuhan. Maka yang penting jaga kesehatan, mulai hari ini anda boleh bisnis kecil kecilan.  Modak kecil banget, kamu pasti bisa. Apa itu... jualan rujak buah ... mau ? Teruskan membacanya
Bikin dulu ala kadarnya, suruh orang lain terutama ibu ibu untuk ikut nyicip, minta evaluasi akan rasanya, terimalah keritikan secara ikhlas, camkan dan jangan ego. Kalau para ibu ibu bilang rujak buah anda sedap mulai besok anda bisa bisnis, Anda akan menjadi pebisnis ulung yang sukses, yang penyting bismillah .... mulai melangkah. Lebih baik gagasan remeh tetapi segera dimulai, daripada gagasan cemerlang tetapi gak pernah jalan.

Untuk itu  inilah resep cara pembuatan. Hayo mulai bisnis, sebentar lagi anda akan jadi pebisnis yang sukses ..... ! hayo hayo hayo .... antar sendiri ke pembeli .... jangan cuma nunggu diemperan toko.Yang suka rujak itua buuaanyaaak.

Rujak adalah salah satu makanan khas Indonesia yang cukup populer. Rasanya yang segar cocok di santap pada waktu siang hari ketika terik matahari sedang menyengatkan sinarnya. Ada beberapa jenis rujak yang ada di Indonesia seperti rujak cingur, rujak bebek, rujak jihu rujak buah dan sebagainya. Nah pada kesempatan kali ini yang akan kita bahas adalah Resep Rujak Buah.

Kamis, 23 Oktober 2014

Musik Dan Kesehatan

Musik adalah esensial, keindahan yang selalu disukai  setiap orang dan orang mendengarkannya dengan tujuan tertentu. Terkadang musik juga melambangkan suatu hal yang menjadi perwakilan diri terhadap suatu kondisi tertentu yang dialami oleh manusia, contohnya seperti saat sedih, gembira, santai, marah dan lain sebagainya.


Dari sisi pembentukan karakter, musik ternyata sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter dan pola pikir kita. Karena musik memiliki pengaruh yang sangat besar yang mampu masuk kedalam alam bawah sadar kita sehingga sugesti-sugesti yang diberikan dari dalam musik mampu terekam didalam otak dan kemudian di implementasikan didalam kehidupan sehari-hari.

TTS dan Musik Menghambat Pikun.

KALAU Anda menyukai teka-teki silang (TTS), seperti Sport Otak Minggu (SOM) yang disajikan hari ini tiap Minggu, maka teruskanlah hobi tersebut. Kalau Anda penggemar musik, entah dangdut, pop, jazz, hingga rock, janganlah berhenti menggemarinya.

Bukan apa-apa, mengisi TTS merupakan salah satu kegiatan rekreasi otak. Sedangkan hobi mendengarkan musik sangat berpotensi menurunkan stres, terlebih musik dengan irama dan/atau lirik yang mengena.

Dua hal tersebut, yaitu rekreasi otak dan pengelolaan stres, terbukti dapat menekan potensi kepikunan pada orang-orang lanjut usia. Pikun merupakan kondisi di mana kerja otak mengalami penurunan.

’’Selain rekreasi otak dan pengelolaan stres, kita juga perlu mengonsumsi makanan dengan gizi cukup. Artinya, makanan ini tak banyak mengandung lemak atau berkadar kolesterol tinggi. Contohnya mengonsumsi ikan, minimal satu kali dalam seminggu,’’ kata Prof dr Gary Small, direktur UCLA Center on Aging (AS).

Senin, 19 Mei 2014

Saya Tak Terbilang Berhasil Dalam Berkarir

Sering saya akan tertawa sendiri, ketika ada teman mengucapkan selamat dan memuji saya lantaran sudah dipensiunkan oleh Pemerintah dari PNS, lalu diterima oleh sebuah PT untuk dipekerjakan sebagai konsultan pendidikan untuk ditugaskan di suatu Kabupaten di Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Sementara saya sendiri justeru menganggap bahwa saya telah gagal membina karir dalam hidup saya, walaupun kini gaji saya jauh lebih besar dan bahkan belipat lipat dibanding saya masih PNS dahulu.

Kegagalan saya adalah bahwa ketika saya mencapaui usia demikian tua ini kenyataannya saya masih menggantungkan hidup saya atas gajian dari pihak lain. Seseorang yang dapat disebut memiliki karir bagus bukan lantaran tingginya jabatan yang dia emban, bukan lantaran besarnya gaji yang dapat diterimanya setiap bulannya. Bukan ... bukan itu yang disebut orang berhasil. Orang yang sukses adalah orang yang mampu menggaji sejumlah orang lain begitu masuk usia 45 Tahun. Dengan demikian maka berarti saya termasuk orang yang gagal meniti karir.

Seseorang dengan gelar berderet, lulusan S3, memiliki jabatan yang penting serta gaji besar, sehingga tidakl mengalami kesulitan untuk berbelanja, berobat dan lain sebagainya. Tetap saja orang seperti itu dinilai gagal, lantaran tidak memiliki kemampuan menggaji sejumlha orang setiap bulannya. banyak orang yang sering dijuluki berhasil dengan jabatan di pemerimtahan itu ternyata hanya mampu menggaji beberapa orang saja, antara lain seorang supir, seorang tukan kebun, dan dua orang pembantu rumah tangga, atau sebutlah beberapa orang. Dia tidak memiliki kemampuan lebih dari itu.

Orang disebut berhasil manakala memiliki kemampuan menggaji sejumlah orang, anehnya ini jarang dicapai oleh orang berpendidikan tinggi, tetapi lebih banyak dicapai oleh orang yang berpendidikan menengah saja. Walaupun hanya sarjana SI dan bahkan Sekolah menengah saja, tetapi dia berhasil mendirikan sebuah usaha dan sanggup menggaji puluhan orang karyawan. Paling lambat itu telah dilakukannya pada usia 50 tahun dan bahkan 45 tahun.

Dihari tua dia masih beraktivitas hanya sekedar saja, dia menghidupkan perusahaan atau dan sebagainya adalah dalam rangka menghidupkan orang lain, roda perusahaan harus selalu berputar agar seluruh karyawan dapat menerima gajih secara utuh tepat pada waktunya , dan secara berkala gaji mereka itu dinaikkan, sementara karyawan yang memiliki kesanggupan untuk mengelola perusahaan didorong untuk lebih berkarya lagi sekalipun hanya sekedar sub dari poerusahaan yang didirikan. Sementara perusahaannya sendiri dikelola oleh manejemen yang ditunjukknya.  Itu yang belum pernah aku lakukan, maka kuanggap aku ini gagal adanya.